PEMIKIRAN BESAR membahas IDE-IDE. PEMIKIRAN SEDANG membahas PERISTIWA. PEMIKIRAN KECIL membahas ORANG-ORANG.(Tama Sinulingga

Selasa, 01 November 2011

Mengenal Sunan Bonang : Sang Dalang Spiritual


Sunan Bonang 





Sunan Bonang

Hai teman-teman! Kali ini kita akan membahas tentang salah satu tokoh penting dalam sejarah Islam di Indonesia, yaitu Sunan Bonang. Beliau bukan hanya seorang ulama, tapi juga seniman, arsitek, dan dalang yang piawai.

Sunan Bonang, anak Sunan Ampel dan cucu Maulana Malik Ibrahim, lahir sekitar 1465 M di Tuban. Nama kecilnya adalah Raden Makdum Ibrahim. Setelah belajar agama di pesantren ayahnya, ia berkelana untuk berdakwah di berbagai pelosok Pulau Jawa.

Jejak Dakwah

Sunan Bonang memainkan peran penting dalam penyebaran Islam di Jawa. Ia berhasil mengislamkan masyarakat di Kediri, Tuban, dan Lasem. 

Sunan Bonang mendirikan Masjid Sangkal Daha di Kediri dan membangun pesantren di Bonang, Lasem. Ia menjadi imam resmi pertama Kesultanan Demak dan panglima tertinggi. Meskipun demikian, ia tetap berkelana ke daerah-daerah terpencil.

Ajaran Cinta


Ajaran Sunan Bonang berintikan pada filsafat "cinta" (isyq), mirip dengan Jalalludin Rumi. Menurutnya, cinta sama dengan iman, pengetahuan intuitif (makrifat), dan kepatuhan kepada Allah SWT.

Karya Seni


Sunan Bonang melahirkan karya sastra seperti "Suluk Wijil" dan tembang "Tombo Ati". Ia juga menggubah gamelan Jawa dengan menambahkan instrumen bonang, menciptakan nuansa dzikir yang mendorong kecintaan pada kehidupan transedental.

Warisan


Sunan Bonang meninggalkan warisan yang tak ternilai: ajaran cinta, karya seni, dan arsitektur yang indah. Beliau wafat pada 1525 M di Pulau Bawean dan dimakamkan di Tuban.

Sunan Bonang adalah sosok inspiratif yang memadukan agama, seni dan budaya. Warisannya terus mempengaruhi kehidupan masyarakat Jawa dan menjadi sumber inspirasi bagi generasi mendatang.



Sumber :
  • "Sejarah Walisongo" oleh H. Saifuddin Zuhri
  • "Sunan Bonang: Biografi dan Ajarannya" oleh Dr. Oman Fathurrahman
  • "Ensiklopedia Islam Indonesia" oleh Ichwan Azami.


0 komentar:

Posting Komentar