PEMIKIRAN BESAR membahas IDE-IDE. PEMIKIRAN SEDANG membahas PERISTIWA. PEMIKIRAN KECIL membahas ORANG-ORANG.(Tama Sinulingga

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Oktober 2025

Mengenal Desa Wisata: Pesona Autentik Kehidupan Pedesaan Indonesia

 


Desa wisata bukan sekadar destinasi, melainkan sebuah jalan masuk untuk mengalami jiwa sebenarnya dari budaya lokal, di mana setiap jejak meninggalkan kenangan dan setiap kunjungan mendukung kelestarian.


Apa Itu Desa Wisata?


Pernahkah Anda membayangkan liburan di mana Anda bukan hanya menikmati pemandangan, tetapi juga hidup dan bernapas dalam suasana budaya lokal yang sebenarnya? Inilah esensi dari Desa Wisata.


Secara sederhana, Desa Wisata adalah sebuah kawasan pedesaan yang menawarkan keseluruhan suasana kehidupan perdesaan—mulai dari lanskap, tata kehidupan, budaya, adat istiadat, hingga arsitektur bangunan—kepada para pengunjung . Konsep ini merupakan integrasi antara atraksi, akomodasi, dan fasilitas pendukung yang disajikan dalam struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tradisi setempat .


Berbeda dengan sekadar mengunjungi sebuah objek wisata di desa, konsep Desa Wisata justru menjadikan seluruh kehidupan desa itu sendiri sebagai daya tarik utama. Wisatawan diajak untuk mengalami secara langsung denyut nadi kehidupan pedesaan yang autentik, sementara masyarakat setempat berperan aktif sebagai tuan rumah yang mengelola dan mempertahankan keberlanjutan budaya mereka.


Karakteristik dan Ciri Khas Desa Wisata


Setiap Desa Wisata memiliki keunikan tersendiri, namun secara umum memiliki beberapa karakteristik berdasarkan potensi yang dimilikinya:


1. Desa dengan Lingkungan Alam yang Memukau


Desa jenis ini mengandalkan keindahan alam sebagai daya tarik utamanya, seperti keunikan sumber daya alam, pemandangan yang indah, dan kegiatan wisata yang memanfaatkan potensi alam tersebut . Contohnya adalah desa-desa di sekitar Gunung Rinjani, Lombok, yang menawarkan pesona alam lengkap mulai dari bawah laut hingga puncak gunung .


2. Desa dengan Kehidupan Adat dan Seni Budaya yang Kental


Di desa jenis ini, tata adat yang sangat kental mendominasi kehidupan masyarakat sehari-hari . Pengelolaan kegiatan seni budaya berlangsung di desa dan dilakukan oleh masyarakat sendiri, dengan kehidupan masyarakat yang sangat unik dan tradisional . Desa Sade di Lombok Tengah adalah contohnya, di mana tradisi Sasak masih sangat terjaga.


3. Desa dengan Bangunan Tradisional yang Khas


Ciri utama desa jenis ini adalah arsitektur lokal yang sangat mendominasi, dengan struktur tata ruang yang khas dan penggunaan material alami yang melambangkan unsur kelokalan dan keaslian . Rumah-rumah tradisional dengan arsitektur khas menjadi daya tarik visual utama.


4. Desa Wisata Berbasis Mata Pencaharian


Desa jenis ini mengembangkan mata pencaharian penduduk yang utama sebagai atraksi wisata . Misalnya, desa yang mengembangkan wisata pertanian, perkebunan, atau perikanan dimana wisatawan dapat terlibat langsung dalam aktivitas tersebut.


Tujuan dan Manfaat Desa Wisata


Pengembangan Desa Wisata bukan tanpa alasan. Ada banyak tujuan dan manfaat yang dapat dirasakan oleh berbagai pihak:


Tujuan Desa Wisata:


· Mendukung program pariwisata pemerintah dengan menyediakan objek wisata alternatif 

· Menggali potensi desa untuk membangun masyarakat sekitar 

· Memperluas lapangan pekerjaan, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa 

· Menahan laju urbanisasi dengan menciptakan peluang ekonomi di desa 

· Melestarikan budaya lokal dan kearifan lokal (local wisdom) 


Manfaat Desa Wisata:


· Ekonomi: Meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar dan membuka lapangan pekerjaan baru 

· Sosial-Budaya: Memperluas wawasan dan cara berpikir masyarakat desa, serta menumbuhkan rasa bangga akan budaya mereka sendiri 

· Lingkungan: Menumbuhkan sikap sadar lingkungan dalam memelihara dan melestarikan lingkungan 

· Pembangunan Nasional: Kemajuan sektor pariwisata berkontribusi pada peningkatan perekonomian regional dan nasional 


Prinsip dan Kriteria Pengembangan Desa Wisata


Agar pengembangan Desa Wisata berjalan dengan baik dan berkelanjutan, diperlukan perhatian pada beberapa prinsip dan kriteria berikut:


Prinsip Pengembangan:


· Keaslian (Authenticity): Atraksi yang ditawarkan harus mencerminkan aktivitas asli dalam kehidupan masyarakat desa .

· Keterlibatan Masyarakat (Community Involvement): Masyarakat setempat harus terlibat aktif dalam pengelolaan dan aktivitas di desa wisata .

· Kelestarian (Sustainability): Pengembangan harus memperhatikan kelestarian nilai dan norma masyarakat serta daya dukung lingkungan .


Kriteria Desa Wisata:


· Atraksi Wisata: Memiliki daya tarik yang unik, baik alam, budaya, maupun hasil ciptaan manusia .

· Ketersediaan Infrastruktur: Tersedia fasilitas dan pelayanan transportasi, listrik, air bersih, dan telekomunikasi .

· Jarak Tempuh: Mempertimbangkan jarak dari pusat kota atau ibu kota kabupaten/provinsi .

· Sistem Kepercayaan dan Kemasyarakatan: Memperhitungkan aturan dan kepercayaan lokal yang dapat mempengaruhi pengelolaan wisata .

· Kelembagaan Pengelolaan: Adanya lembaga yang bertanggung jawab mengelola kegiatan wisata, seperti BUMDes .


Contoh Desa Wisata di Indonesia


Indonesia memiliki banyak sekali Desa Wisata yang menawarkan pengalaman unik. Berikut beberapa contohnya:


· Desa Wisata Borobudur (Jawa Tengah): Menawarkan pengalaman menginap di homestay tradisional dengan arsitektur joglo, serta menyaksikan sunrise dari bukit Punthuk Setumbu . Interaksi dengan penduduk lokal yang mengembala kambing atau memanggul kayu bakar menambah pengalaman autentik pedesaan Jawa .

· Desa Wisata di Lombok (Nusa Tenggara Barat): Beragam desa wisata di Lombok menawarkan keunikan berbeda, mulai dari Desa Senaru dengan sejarah Kerajaan Selaparang dan pintu pendakian Gunung Rinjani, Desa Bonjeruk Permai dengan kuliner khas sate puntik batu, hingga Desa Bilebante dengan bakso rumput lautnya .

· Desa Benua Tengah (Kalimantan Selatan): Menyimpan "surga tersembunyi" seperti Bukit Shanghiyang yang menawarkan panorama matahari terbit dan terbenam, serta pemandangan Waduk 1 dan Waduk 2 yang instagramable .

· Desa Wisata Pantai Air Manis (Sumatera Barat): Memiliki potensi wisata pantai yang dikembangkan berbasis kearifan lokal masyarakat setempat .


Kesimpulan


Desa Wisata merupakan bentuk pariwisata yang berkelanjutan dan memberdayakan. Konsep ini tidak hanya menawarkan destinasi, tetapi lebih pada pengalaman hidup yang transformatif—baik bagi wisatawan yang mendapatkan perspektif baru, maupun bagi masyarakat lokal yang ekonominya terdongkrak dan budayanya terlestarikan.


Dengan memilih untuk berkunjung ke Desa Wisata, Anda tidak hanya sekadar berlibur, tetapi juga berkontribusi langsung pada pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat lokal, sambil membawa pulang kenangan autentik yang tidak akan terlupakan.


Apakah Anda sudah memiliki pengalaman tak terlupakan mengunjungi sebuah Desa Wisata? Bagikan cerita Anda di kolom komentar below!


Selasa, 29 April 2025

Mimpi Sowan ke Kadipiro di Ulang Tahun ke-72 Mbah Nun: Tafsir Batin dari Magetan

 Oleh: Mursyid Al Fangery (Magetan)



Malam itu, tepat di hari ulang tahun ke-72 Mbah Nun (Emha Ainun Nadjib), jiwa ini mengembara dalam mimpi yang terasa begitu nyata. Dalam tidur, saya menyusuri jalan sunyi menuju Kadipiro - tanah yang sering mengisi ruang kerinduan meski raga belum pernah benar-benar menginjakkannya.

Sesampainya di sana, suasana Kadipiro justru terasa akrab. Di teras rumah, beberapa anggota Kiai Kanjeng sedang asyik memainkan melodi-meladi yang merdu, seolah menyambut setiap tamu dengan bahasa universal : musik. Lalu pandangan saya tertuju pada sosok yang baru saja turun dari mobil - Mbah Nun, ditemani Bu Novia Kolopaking dan Sabrang. Beliau berjalan mantap menuju rumah. Tubuhnya terlihat lebih ramping, tapi langkahnya penuh ketegaran, matanya tetap berbinar seperti api kecil yang tak pernah padam.

Dalam mimpi itu, tak ada dialog yang terucap. Hanya pertemuan pandang sebentar, cukup untuk menangkap kehangatan yang selama ini hanya saya rasakan melalui tulisan-tulisan dan video maiyahan. Yang hadir justru rasa tenang melihat semuanya berjalan baik-baik saja. Rupanya jiwa punya caranya sendiri untuk "sowan" ketika raga belum mampu.

Mungkin ini adalah kerinduan yang menjelma menjadi perjalanan batin. Atau barangkali Kadipiro bukan sekadar titik koordinat di peta, melainkan ruang pertemuan semua hati yang pernah tersentuh wejangan kearifan. Mimpi ini mengingatkan saya bahwa jarak fisik tak pernah jadi penghalang untuk tetap hadir dalam doa dan ingatan. Detail Mbah Nun yang baru pulang checkup mungkin adalah manifestasi harapan agar beliau dan keluarga senantiasa diberi kesehatan, sementara musik Kiai Kanjeng di teras adalah simbol kerinduan akan suasana kebersamaan yang hangat.

Simak tafsir filosofis mimpi ini beserta pesan tapa brata dari Bu Novia di Padhangmbulan Jombang.  

---

Langkah Sunyi ke Pelataran Kadipiro

Malam 27 Mei 2025, saat ratusan jamaah Padhangmbulan berkumpul di Mentoro, Jombang, jiwa saya justru melanglang ke Kadipiro dalam mimpi yang terasa nyata. Di sana, Mbah Nun baru saja turun dari mobil usai checkup rumah sakit, ditemani Bu Novia Kolopaking dan Sabrang Damar Panuluh. Tubuh Mbah Nun terlihat lebih ramping, tapi langkahnya tegak bak bambu yang tak patah diterjang angin. Di teras rumah, beberapa anggota Kiai Kanjeng sedang memainkan gending-gending rindu. Tak ada kata terucap, hanya senyum Bu Novia yang seolah berbisik : "Inilah cara Tuhan mempertemukan yang rindu ketika raga terhalang jarak."


---

Padhangmbulan Mentoro: Tapa Brata dan Rindu yang Disampaikan Bu Novia

Sehari sebelum mimpi ini (27 Mei 2025), di Pengajian Padhangmbulan Mentoro, Bu Novia menyampaikan dua pesan penting : 
  1.  Mbah Nun sedang menjalani tapa brata : istirahat panjang, menikmati kesendirian, dan memperdalam doa.  
  2. Kerinduan Mbah Nun pada jamaah "Beliau kangen pada setiap saudara Maiyah di mana pun berada," ujar Bu Novia.  
Mimpi saya ternyata adalah jawaban batin atas pesan itu : ketika fisik Mbah Nun dalam tirakat, ruang Kadipiro justru terbuka lewat mimpi untuk menjembatani kerinduan.  

---

Tafsir Mimpi : 3 Filsafat Maiyah yang Terungkap

  1. Tubuh Ramping, Jiwa yang Tak Terkikis

Gambaran Mbah Nun yang kurus adalah simbol laku nerimo (menerima) dalam tradisi Jawa. Seperti diajarkan beliau di Bangbang Wetan :  

"Ketika badan lelah, justru di situlah rohani menemukan ruangnya untuk tumbuh."
Fisik yang ringkih dalam mimpi ini mengingatkan : ketangguhan sejati ada di ketegaran batin.   

 2. Musik Kiai Kanjeng di Teras : Metafora Sedekah Ilmu

Suara gamelan yang mengalun dari teras adalah perlambang sedekah Maiyah - ilmu yang tetap diberikan meski sang guru dalam ujian. Ini selaras dengan pesan Bu Novia :  

"Tapa brata bukan mengurung diri, tapi membuka pintu langit agar hikmah tetap mengalir."

3. Checkup Rumah Sakit & Tapa Brata: Dua Sisi Kehidupan

Mimpi ini memadukan dunia medis (checkup) dan spiritual (tapa brata), mencerminkan cara berpikir Mbah Nun :  
"Dunia dan akhirat itu satu nafas. Mengurus tubuh sama mulianya dengan merawat jiwa." (Ceramah di Gambang Syafaat, 2023).

---

Magetan-Kadipiro: Jarak yang Dihubungkan Mimpi

Sebagai jamaah Maiyah dari Magetan yang belum pernah sowan fisik, mimpi ini adalah titian rindu yang menjawab kegelisahan :  
  • Alasan Mimpi : Batin Anda merespons energi kolektif ulang tahun Mbah Nun dan doa jamaah Padhangmbulan.  
  • Makna Personal : Seperti kisah Ustadz Fajar (Jamaah Kenduri Cinta asal Lombok) yang "disambangi" Mbah Nun dalam mimpi saat ia gagal berangkat ke Jogja, ini adalah undangan untuk tetap merawat Maiyah dalam lokalitas.  

---

Doa untuk Sang Guru: Dari Magetan hingga Mentoro

Di penghujung mimpi, kudengar gemuruh doa dari Padhangmbulan Mentoro yang menyatu dengan bisik hati :  

"Ya Allah, sembuhkan Mbah Nun.  
Teguhkan tapabratanya sebagai jalan mendekat pada-Mu.
Bahagiakan beliau dengan kerinduan jamaah yang tersebar di bumi.
Di usia ke-72 ini, panjangkan umurnya untuk terus menjadi oase di gurun zaman..."

Dan untuk kita semua:  
"Kadipiro mungkin belum kami sowani,
Tapi Maiyah telah kami tanam dalam diri."  

---

Mimpi sebagai Pintu Ma'rifat

Mimpi ini mengajak kita merenungi wejangan Mbah Nun di Padhangmbulan 2024 :  
"Jangan menunggu sowan ke Kadipiro untuk bertemu saya. Temui saya dalam setiap ayat kehidupan yang kau baca, dalam setiap kesulitan yang kau tafsirkan dengan sabar."

Bagi saya, Mursyid Al Fangery dari Magetan, mimpi ini adalah pengingat :  
"Maiyah bukan tentang lokasi, tapi tentang ketulusan merawat kearifan di mana pun kaki berpijak."

ꦩꦴꦱ꧀ꦩꦸꦂꦰꦾꦶꦢ꧀ꦢꦴꦫꦶꦩꦴꦒꦺꦠꦴꦤ꧀

(Magetan, 29 Mei 2025)
Beberapa koleksi ceramah Mbah Nun di beberapa tempat :





"Kadipiro dalam mimpiku bukan tempat,
Ia ruang di mana rindu dan doa
Dipertemukan tanpa izin jarak dan waktu.
— Catatan Mursyid Al Fangery, Magetan"


Selasa, 21 Januari 2025

Inem Jogja : Wanita Gila yang Menginspirasi

Hai teman-teman! Kali ini kita bakal ngobrolin tentang sosok inspiratif yang sudah tidak asing lagi di jagad media sosial, yaitu Inem Jogja!


Inem Jogja & Mas Kawon

Siapa Inem Jogja?

Inem Jogja adalah nama panggilan dari Made Dyah Agustina, seorang bhayangkari di Polres Bantul. Ia dikenal sebagai sosok yang suka berbagi kebaikan dan menghibur orang lain. 

Inem Jogja memiliki latar belakang sebagai lulusan S1 Pendidikan Seni Tari di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan S2 Manajemen Pertunjukan Seni di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Ia pernah menjadi dosen di Universitas Terbuka dan Universitas Sanata Dharma. 

Inem Jogja dikenal sebagai sosok yang unik dan tak biasa. Ia sering berkeliling kota dengan dandanan yang mencolok untuk membagikan makanan gratis kepada pedagang. Aksinya yang unik dan aneh membuat sebagian warga menganggapnya orang gila. 

Inem Jogja melakukan aksinya dengan tujuan untuk menjadi manusia yang bermanfaat dan berguna bagi orang lain. Ia juga ingin mengabdi dan menebar kebaikan untuk sesama.

Untuk lebih mengenal sosoknya, gas langsung saja simak Profil dan Biodata Inem Jogja Alias Made Dyah Agustina yang sudah aku rangkum di bawah ini : 

Profil Singkat : 

  1. Nama lengkap : Made Dyah Agustina
  2. Panggilan : Inem Jogja
  3. Agama : Hindu
  4. Kewarganegaraan : Indonesia
  5. Pekerjaan : Bhayangkari Polres Bantul
  6. Pendidikan : S1 Pendidikan Seni Tari (UNY), S2 Manajemen Pertunjukan Seni (ISI Yogyakarta)
  7. Riwayat : Dosen Universitas Terbuka dan Universitas Sanata Dharma
  8. Akun Instagram : @inemjogja 
  9. Akun Tiktok : @inemjogja

Kisah Inspiratif

Inem Jogja dikenal sebagai sosok yang suka berbagi kebaikan dan menghibur orang lain. Ia berkeliling kota dengan dandanan mencolok untuk membagikan makanan gratis kepada pedagang. Meskipun beberapa orang menganggapnya "orang gila", tujuannya tetap sama : menjadi manusia yang bermanfaat.

Filosofi Hidup

Inem Jogja percaya bahwa kebaikan dan kesabaran dapat menginspirasi banyak orang. Ia ingin menjadi teladan dan membuktikan bahwa setiap individu dapat membuat perbedaan.

Kunci Sukses

  1. Kerja Keras : Tidak mengenal lelah dalam mengembangkan bisnis.
  2. Kreativitas : Selalu mencari ide baru dan inovatif.
  3. Interaksi dengan Penggemar : Berbagi pengalaman dan mendengarkan umpan balik.
  4. Tetap Humble : Tidak lupa akan akar dan selalu bersyukur.

Prestasi

  1. Influencer Terpopuler 2020 (IDN Times)
  2. Selebriti Online Terpopuler 2022 (SCTV)
  3. Nominasi Influencer Paling Menginspirasi 2022 (MNC Group)
  4. Menginspirasi masyarakat dengan tindakan kebaikan.
  5. Menjadi contoh teladan bagi bhayangkari lainnya.
  6. Membangun kesadaran sosial melalui aksi nyata.

Pesan untuk Pembaca

"Jadilah manusia yang bermanfaat dan berguna bagi orang lain. Kebahagiaan sejati datang dari berbagi dan membantu." - Inem Jogja

Bagikan Pendapatmu!
Apa yang kamu pikir tentang Inem Jogja? Berbagi di komentar!

Sumber ;
  1. Profil Inem Jogja di media sosial Tiktok & Instagram.
  2. Berita tentang Inem Jogja di situs berita lokal.
  3. Berita tentang Inem Jogja di IDN Times
  4. Berita tentang Inem Jogja di SCTV


Minggu, 05 Januari 2025

The Warung of Raminten Jogja : Petualangan Kuliner Keluarga yang Seru!

Halo, teman-teman! Akhirnya, saya bisa berbagi cerita tentang petualangan kuliner keluarga saya ke The Warung of Raminten di Yogyakarta. Tempat ini sudah lama jadi incaran saya, dan alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga!


Saya datang bersama anak istri, kakak adik ipar, dan keponakan yang super aktif. Kami semua lapar dan siap mencoba kuliner khas Yogyakarta!



The Warung of Raminten terletak di Jl. Kaliurang No.Km 15.5, Kledokan, Umbulmartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55582. 


Suasana di sini super nyaman dan klasik, kayak masuk rumah nenek! Arsitektur Jawa tradisionalnya bikin kami merasa seperti di masa lalu.

Saat tiba, kami disuguhi aneka sovenir khas Jogja yang unik dan menarik. Pameran pernak-pernik seperti batik, kerajinan tangan, dan suvenir khas Yogyakarta membuat kami tergoda untuk berbelanja. Anak-anak saya langsung tertarik dengan mainan tradisional, sementara saya dan suami memilih beberapa oleh-oleh untuk keluarga.




Suasana di The Warung of Raminten sangat unik dan menarik. Begitu Anda melangkah masuk, Anda akan merasakan atmosfer yang hangat dan nyaman, seperti berada di rumah sendiri.


Arsitektur Jawa tradisional dengan sentuhan modern menciptakan kesan elegan dan klasik. Dinding-dinding yang dihiasi dengan ornamen khas Jawa, lantai kayu yang terawat rapi, dan perabotan antik yang menambah keunikan.




Suara gending Jawa yang lembut dan merdu mengiringi Anda selama berada di sana. Pertunjukan musik tradisional dan tarian Jawa juga sering ditampilkan pada hari-hari tertentu, menambah kesan budaya yang kaya.


Aroma makanan khas Yogyakarta seperti gudeg, bakpia, dan sate menggugah selera. Rasanya yang lezat dan autentik membuat Anda ingin mencoba semua menu.




Pelayanan yang ramah dan cepat membuat Anda merasa nyaman. Staf yang bersahabat dan sabar membantu Anda memilih menu dan menjawab pertanyaan. Oh ya.. mereka mengenakan seragam khas jawa yang unik dan menarik.


Area bermain anak-anak dan ruang keluarga yang nyaman membuat The Warung of Raminten cocok untuk liburan keluarga. Suasana yang santai dan hangat membuat Anda merasa betah.


Kami pesan gudeg, bakpia, sate, dan es teler. Makanannya enak banget! Anak dan keponakan saya suka sekali sama es teler. Minumannya juga menyegarkan, wedang uwuh dan es campur jadi favorit kami.


Keluarga kecilku 


Kami menghabiskan waktu sekitar 2 jam lebih di sini. Anak-anak bermain di area bermain, kami berfoto bersama, dan istri saya ngantuk karena kecapekan. Suadara saudara saya menikmati dengan caranya masingmasing.


Sesudah kenyang saya jadi kepikiran, siapa sebenarnya Raminten itu?? Sedikit cerita tentang Raminten, yang sudah saya kumpulkan dari berbagai sumber. Jika kurang tepat teman teman bisa koreksi di kolom komentar ya.. ini dia tentang sosok Raminten.


Raminten, Perempuan Legendaris Yogyakarta


Di balik keindahan kota Yogyakarta, terdapat kisah inspiratif tentang Raminten, perempuan legendaris yang mencerminkan kekuatan, kesabaran, dan kebijaksanaan. Hidup pada masa Sultan Agung (1613-1645), Raminten menjadi simbol perempuan tangguh dalam budaya Jawa.


Dengan kecantikan dan kebijaksanaannya, Raminten menemani suaminya, Kyai Haji Mas Ngabehi Loring Pasar, dalam mengelola wilayah. Keterampilannya mengelola rumah tangga dan kepeduliannya terhadap masyarakat miskin membuatnya dicintai banyak orang.


Kontribusinya tidak hanya terbatas pada keluarga, tetapi juga pada masyarakat. Raminten membantu mengembangkan tradisi dan budaya Jawa, meninggalkan warisan yang tak terlupakan.


Kini, nama Raminten diabadikan sebagai tempat wisata kuliner dan budaya di Yogyakarta, mengingatkan kita akan kekuatan dan kebijaksanaan perempuan ini. Ceritanya terus menginspirasi, menjadi lambang kekuatan perempuan dalam budaya Jawa.


Informasi Reservsi 

  1. Lokasi : Jl. Kaliurang No.Km 15.5, Kledokan, Umbulmartani, Kec. Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55582
  2. Jam operasional : 08.00-22.00 WIB
  3. Telepon : ( 0274) 4547105W
  4. Whatsapp : +62 8112630951 ( Admin )
  5. Email : ramintenkaliurang@gmail.com
  6. Facebook : https://www.facebook.com/waroeng.raminten
  7. Instagram : https://www.instagram.com/ramintenkaliurang








The Warung of Raminten adalah destinasi yang wajib dikunjungi saat di Yogyakarta! Jadi, kapan kamu mau mencoba kuliner di The Warung of Raminten? Ayo, ajak keluarga dan teman-teman!



#TheWarungOfRaminten

#WisataKulinerYogyakarta

#KulinerJawa

#LiburanKeluarga

#Yogyakarta

#jogja


Sabtu, 28 Desember 2024

Mengukir Sejarah: Kisah Pendirian Kelompok Tani Muda "Karya Mukti"

Mengukir Sejarah : Kisah Pendirian Kelompok Tani Muda "Karya Mukti"

Halo teman-teman! Kali ini saya ingin berbagi cerita inspiratif tentang perjalanan pribadi saya tentang bagaimana kami mengubah passion menjadi kenyataan dengan mendirikan Kelompok Tani Muda 'Karya Mukti'."

Kelompok Tani Muda "Karya Mukti "

Awal Perjalanan

Saya masih ingat saat itu, saya berusia 35 tahun dan memiliki semangat untuk membuat perubahan di komunitas kami. Saya melihat potensi besar di sektor pertanian, namun kurangnya kesadaran dan pengetahuan di kalangan pemuda. Maka, saya memutuskan untuk mengambil langkah.

Pembimbing yang Tepat

Kawan baik saya, Mas Teguh Setiyaka, adalah sosok yang sangat berpengaruh. Dia memberikan dukungan penuh dan membagikan pengetahuan pertanian yang sangat berharga. Tanpa dia, mungkin kami tidak akan sejauh ini.

Saya sangat beruntung memiliki Mas Teguh Setiyaka, seorang mentor yang luar biasa. Dia tidak hanya membimbing, tetapi juga memotivasi saya untuk menggapai impian. Pengetahuan dan pengalaman pertaniannya menjadi kunci kesuksesan Kelompok Tani Muda "Karya Mukti".

Mas Teguh Setiyaka 

Proses Pendirian

Untuk mewujudkan visi "Karya Mukti", saya harus mengajak teman-teman muda yang punya loyalitas dan passion di bidang pertanian dan perkebunan. Saya mengajak teman-teman muda yang :
  1. Semangat dan loyalitas tak terhingga.
  2. Pengetahuan dan pengalaman di bidang pertanian dan perkebunan.
  3. Punya ide brilian.
  4. Kreativitas dan inovasi untuk menghadapi tantangan.
  5. Pengetahuan manajemen usaha.
  6. Berkomitmen untuk kesuksesan bersama.
Dengan tim yang solid, kami siap melangkah!

Kami tentukan tujuan dan lengkapi dokumen resmi. Berikut langkah-langkahnya :
  1. Rencana bisnis yang matang.
  2. Strategi pemasaran yang efektif.
  3. Membangun jaringan yang luas.
  4. Pelatihan dan workshop untuk kemajuan.
  5. Mengajukan proposal ke Kementerian Pertanian.
  6. Mengurus perizinan dan dokumen.
  7. 7. Pengesahan badan hukum dari Kemenkumham (17 Desember 2015).
Semua berjalan lancar berkat kerja sama tim!

Pengembangan Kapasitas

Mengukir kesuksesan melalui peningkatan kemampuan. Kami terus berinovasi dengan mengikuti pelatihan dan workshop terbaik. Banyak sekali yang kami ikuti :


  1. Bimbingan teknis peningkatan produksi tanaman benih perkebunan di Malang (25 Januari 2016).
  2. Pemberdayaan kelembagaan petani tembakau di Hotel Sahid Montana Malang (26-28 Januari 2016).
  3. Sosialisasi dan pembinaan teknis pengembangan tanaman kakao di Kantor Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Magetan (8 Maret 2016).
  4. Sosialisasi standar mutu benih tanaman perkebunan dan sertifikasi benih di Jombang, Jawa Timur (26-27 [bulan] 2016).
  5. Transfer usaha tani tanaman kakao dan pengembangan taman di Hotel Puri Pradana Blitar (18-21 Mei 2016).
  6. Workshop pengembangan pola kemitraan pengelolaan lingkungan hidup di Gedung PGRI Kabupaten Magetan (23-25 [bulan] 2016).
  7. Kegiatan Sambang Desa se-Kabupaten Magetan di Lapangan Desa Rejomulyo, Panekan, Magetan (21 Juli 2016).
  8. Projek pembuatan benih kakao sebanyak 30.000 pohon (Agustus 2016).
  9. Kunjungan lapang petani tembakau di Lombok, NTB (20-21 September 2016).
  10. Sosialisasi di bidang Cukai Kabupaten Magetan di Hotel Merah 2 Sarangan, Magetan (30 November 2016).
  11. Pelatihan hidroponik berbasis pengolahan sampah di Gedung DLH Kabupaten Magetan (5 Desember 2016).
  12. Peluncuran Projek Benih Kakao untuk masyarakat di Kecamatan Panekan (Sabtu, 17 Februari 2017).
  13. Pembekalan teknis pengembangan rehabilitasi tanaman cengkeh (7 Maret 2017).
  14. Sosialisasi ketentuan di bidang Cukai di Hotel Merah 2 Sarangan, Magetan (9 Maret 2017).
  15. Sosialisasi peraturan pembenihan dan pengembangan, pengawasan dan pengujian mutu benih tanaman perkebunan di Trawas, Mojokerto (22-24 Maret 2017).
  16. Pelatihan pupuk organik cair di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magetan (19-20 September 2017).
  17. Pertemuan teknis usaha tani konsesi berbasis komoditi perusahaan di Malang, Jawa Timur (18-19 Oktober 2017).
Studi Lapang Kampung Coklat - Blitar 

Dalam perjalanan menuju kesuksesan, kami menghadapi tantangan yang memperkuat kami. Tantangan yang kami hadapi meliputi:
  1. Kurangnya sumber daya finansial dan infrastruktur.
  2. Keterbatasan sumber daya yang membutuhkan pengelolaan efektif.
  3. Keterbatasan pengetahuan teknis dan manajemen.
  4. Perbedaan pendapat dan gaya kerja tim.
  5. Keterbatasan pengetahuan yang memerlukan pengembangan kapasitas.
  6. Keragaman pendapat yang membutuhkan komunikasi dan kolaborasi yang baik.
Namun, kami tidak menyerah. Kami belajar dari kesalahan, berbagi pengetahuan dan memperkuat solidaritas.

Momen-Momen Bersejarah

Perjalanan kami dipenuhi momen-momen tak terlupakan :
  1. Penanaman padi pertama, semangat baru.
  2. Pertemuan dengan Menteri Pertanian, langkah strategis menuju kemajuan.
  3. Penghargaan sebagai Kelompok Tani Muda Terbaik, bukti dedikasi kami.
Visi Kami untuk Masa Depan :
  1. Mengembangkan pertanian organik yang ramah lingkungan.
  2. Meningkatkan produksi dan kualitas hasil pertanian.
  3. Membangun jaringan dengan petani lain untuk berbagi pengetahuan, sumber daya dan kesempatan.

Kesimpulan

Perjalanan Kelompok Tani Muda "Karya Mukti" membuktikan bahwa semangat, kerja sama dan pengembangan kapasitas dapat mencapai kesuksesan. Kami berharap cerita ini menginspirasi generasi muda untuk berkontribusi dalam pertanian Indonesia.

Cerita hari ini sudah berakhir, tapi semangat dan inspirasi harus terus berlanjut! besok kita lanjut lagi dengan cerita lainnya yang lebih seru! dan jangan lupa bagikan cerita ini kepada teman-teman Anda.

Mengenal Tradisi Dawuhan: Makna, Pengertian, dan Praktiknya

Halo teman-teman! Kali ini kita akan membahas tentang tradisi unik di Jawa Timur, tepatnya di Desa Rejomulyo, Panekan, Magetan. Tradisi apa itu? Yap, Dawuhan! Mari kita simak lebih lanjut.

Tradisi Unik Dawuhan
 


Pengertian Dawuhan

Dawuhan merupakan tradisi ritual membersihkan sumber air dan saluran irigasi yang dilakukan secara berkala oleh masyarakat. Tradisi ini memiliki akar budaya dan agama yang kuat.

Makna Dawuhan

  1. Menghormati dan mensyukuri air sebagai sumber kehidupan.
  2. Menjaga keseimbangan alam dan lingkungan.
  3. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga sumber air.
  4. Memperkuat solidaritas dan kerjasama warga.
  5. Membangun kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan.

Prosesi Dawuhan

  1. Membersihkan sumber air dan saluran irigasi.
  2. Menghanyutkan sesaji ke sungai.
  3. Melakukan doa dan ritual keagamaan.
  4. Gotong-royong warga untuk menjaga kebersihan lingkungan.
  5. Pembagian tugas dan tanggung jawab kepada warga.

Tujuan Dawuhan

  1. Meningkatkan kualitas air.
  2. Mencegah kerusakan sumber air.
  3. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan lingkungan.
  4. Membangun solidaritas dan kerjasama warga.
  5. Melestarikan budaya dan tradisi.

Manfaat Dawuhan

  1. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.
  2. Membangun solidaritas dan kerjasama warga.
  3. Meningkatkan kualitas air.
  4. Mencegah kerusakan sumber air.
  5. Melestarikan budaya dan tradisi.


Kesimpulan

Tradisi Dawuhan merupakan warisan budaya yang sangat berharga. Mari kita lestarikan dan jaga keaslian tradisi ini untuk generasi mendatang.

Saran

  1. Pemerintah dan masyarakat harus mendukung pelestarian tradisi Dawuhan.
  2. Perlu dilakukan penelitian lanjutan tentang tradisi Dawuhan.
  3. Masyarakat harus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan.
"Tradisi Dawuhan mengajarkan kita tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam dan lingkungan. Semoga kita semua dapat belajar dari kearifan lokal ini."

Bagikan pengalaman Anda tentang tradisi Dawuhan di komentar di bawah. Mari kita berbagi pengetahuan dan melestarikan budaya Indonesia bersama.

Sabtu, 06 Maret 2021

Lirik Lagu Desa Wisata Jabung

Teks Lagu Desa Wisata Jabung


 Lirik Lagu Desa Wisata Jabung

Lagu Jawa TWD Jabung adalah karya dari Bapak JOKO Margono, M.Pd. Beliau adalah Kepala Sekolah SMPN 2 Panekan sebagai wujud kecintaan terhadap Desa Jabung sebagai tempat mengabdi dan berbagi ilmu. Dinyanyikan oleh mBak Paramitha Wijayanti yang merupakan Alumni SMPN 2 Panekan dan Musik Arranger Musik digarap oleh NVS MAnjung Panekan, Mixing dan mastering NOVANZA Channel. Semoga bermanfaat dan menjadi hiburan bagi semua sedulur Panekan dimanapun berada. Adapun liriknya sebagai berikut :

Desa Wisata Jabung

Pencipta : Joko Margono, M.Pd. (FB)

Vocal : Paramita Wijayanti (FB)

Arr. NVS

mixing&Mastering : Novanza Channel (Youtube)

Lirik Lagu Desa Wisata Jabung

Wit witan pathing rembuyung Yung Yung
Nambahi Endah ing desa Jabung
Panekan tlatah Magetan
Nyoto wis kondang kaloko minongko desa wisata

*
Ing perenging gunung Lawu wu wu
Angin sumilir seger rasane
Papan asri kang nglam lami
Sing sapa Nate niliki nganti besuk ora lali

Reff ;

Ono sumber kuluhan kang gowo crito
Sopo sing pingin awet mudho
Adus Karas Ojo lali wancine tengah wengi
Seger waras murakabi

Madu asli susu murni ora keri sumber Jabung tansah Mili
Woh Wigan kang Sarwo Ono
Kuliner wis Sumadiyo panginepan Ra kuciwo

Kembali ke *

Tonton video lagunya disini :


Dukung Channel kami dengan Like, subcribe, comment dan share : 

Pancal Studio's

SMPN 2 Panekan Official

Novansa Channel Official 

Original music by : https://youtube.com/c/NOVANZAchannel 

Terimakasih Sudah berkunjung di blog ini semoga bermanfaat bagi kita semua..

LIRIK LAGU TWD JABUNG

Lagu Jawa TWD Jabung


TWD JABUNG

 

Siji maneh papan wisata magetan

Saben minggu kulino dadi jujugan

Kulowargo tuwa muda ora keri

Mancing iwak bisa kanggo hiburan

 

*

Kolam renang bale kambang ngunjuk kopi

Iwak kali wira wiri sing ngancani

kupu kupu jejogetan katon lucu

Ngawe awe koyo ngenteni tekamu

 

Reff :

 

TWD Taman Wisata Desa

Desa Jabung mapan ing perenging gunung

Gunung lawu mengku perbowo kang nyoto

Nyoto TWD Jabung Kondang Kaloko

 

Kaloko Sumber Kajar gede banyune

Banyune Bening resik seger rasane

Rasane rame rame bebarengan

Bebarengan ayo dolan TWD

 

Kembali ke*

 

TWD Jabung Oh TWD

TWD tresnaku ing TWD

TWD Jabung Oh TWD

TWD tresnaku ing TWD 


Kunjungi kanal Youtube Pancal Studio's untuk menonton video lagu dan cover musik, jangan lupa laike, Subscribe dan Share di : https://www.youtube.com/channel/UCnF9C3drYvqEkRIRFEHFGrQ

 

Tonton videonya disini :




Rabu, 16 Desember 2015

DESA REJOMULYO PANEKAN

PENGELOLA WEBSITE DESA 
Desa rejomulyo sekarang telah memiliki website resmi brikut adalah PENGELOLA WEBSITE DESA Rejomulyo.
PENGELOLA Website resmi Desa Rejomulyo, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.
1.Nama:Mursid
Alamat

Pekerjaan
Tugas
:

:
:
RT. 05 RW. 02 Dusun Panger, Desa Rejomulyo, Kec. Panekan, Kab. Magetan.
Wiraswasta
OPERATOR WEBSITE DESA

2.Nama:EKO PURWANTO
Alamat

Pekerjaan
Tugas
:

:
:
RT. 01 RW. 02 Dusun Panger, Desa Rejomulyo, Kec. Panekan, Kab. Magetan.
Perangkat Desa Lainya (Jogoboyo)
Informan Administrasi Desa

3.Nama:Frisca SEPTANTI CRISTIANI
Alamat

Pekerjaan
Tugas
:

:
:
RT. 06 RW. 02 Dusun Panger, Desa Rejomulyo, Kec. Panekan, Kab. Magetan.
Asisten Sekretaris Desa
Informan Lapangan

Selengkapnya kunjungi Desa Rejomulyo Panekan
Sumber ; http://rejomulyo-pnk.magetan-desa.info/

Simak Video Tentang Desa Rejomulyo disini : 


Rabu, 03 Juni 2015

Bengkok dan Tanah Kas Desa

Logo Magetan

         Desa Sekarang berada di bawah naungan 2 Kementrian, yaitu Kemetrian Dalam Negeri dan Kementriann Desa, yang masing masing bisa membuat peraturan tentang desa. Sehingga agak sedikit rumit. Hasil dari Pembekalan BPD Tahun 2015, yang dilaksanakan tadi siang di gedung Korpri Magetan. 
            Menurut ketentuan, hak tanah adat dikonversi dalam ketentuan Pasal VI menjadi hak pakai. Dengan demikian tanah bengkok adalah tanah negara yang diserahkan kepada desa untuk dimanfaatkan bagi kepentingan desa.
             Dalam sistem agraria di Pulau Jawa, tanah bengkok adalah lahan garapan milik desa dan tanah bengkok merupakan tanah atau lahan yang secara adat dimiliki sendiri untuk kepala desa atau perangkat desa sebagai kompensasi gaji atas jabatan dan pekerjaan yang dilakukan.
        Tanah bengkok tidak dapat diperjualbelikan tanpa persetujuan seluruh warga desa namun boleh disewakan oleh mereka yang diberi hak untuk mengelolanya.

        Pengaturan tentang tanah bengkok dimulai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 1/1982 tentang Sumber Pendapatan dan Kekayaan Desa, Pengurusan, dan Pengawasannya.
        Dalam Pasal 3 Permendagri itu dinyatakan yang disebut kekayaan desa adalah (1). Tanah kas desa, termasuk tanah bengkok, (2). Pemandian umum yang diurus oleh desa, (3). Pasar desa, (4). Objek-objek rekreasi yang diurus oleh desa, (5).  Bangunan milik desa, dan (6). Lain-lain kekayaan milik pemerintah desa.
        Dengan demikian, sejak diterbitkannya permendagri tersebut, tanah bengkok telah diubah fungsinya dari tanah yang hasilnya diperuntukkan kepala desa dan perangkat desa menjadi sumber pendapatan desa.
            Pasal 11 ayat (1) permendagri tersebut menyatakan sumber-sumber pendapatan desa berupa tanah bengkok dan sejenis yang selama ini merupakan sumber penghasilan bagi kepala desa dan perangkat desa, ditetapkan menjadi sumber pendapatan desa yang pengurusannya ditetapkan melalui anggaran penerimaan dan pengeluaran keuangan desa.
Permendagri tersebut dipertegas Intruksi  Mendagri No. 26/1992 tentang Perubahan Status Tanah Bengkok dan yang Sejenis Menjadi Tanah Kas Desa. Hal ini membuat  pengurusan dan pengawasan tanah bengkok masuk menjadi tanah kas desa. Dengan demikian, pengelolaan harus melalui anggaran penerimaan dan pengeluaran keuangan desa .
Tanah bengkok (dibaca /bəŋkɔʔ/, bukan /bɛŋkɔʔ/) dalam sistem agraria di Pulau Jawa adalah lahan garapan milik desa. Tanah bengkok tidak dapat diperjualbelikan tanpa persetujuan seluruh warga desa namun boleh disewakan oleh mereka yang diberi hak mengelolanya.

Balai Desa Rejomulyo


Menurut penggunaannya, tanah bengkok dibagi menjadi tiga kelompok:
1. Tanah Lungguh, menjadi hak pamong desa untuk menggarapnya sebagai kompensasi gaji yang tidak mereka terima
2. Tanah Kas Desa, dikelola oleh pamong desa aktif untuk mendanai pembangunan infrastruktur atau keperluan desa
3. Tanah Pengarem-arem, menjadi hak pamong desa yang pensiun untuk digarap sebagai jaminan hari tua. Apabila ia meninggal tanah ini dikembalikan pengelolaanya kepada pihak desa.
        Tidak semua desa memiliki ketiga kelompok lahan tersebut. Bentuk lahan juga dapat berupa sawah ataupun tegalan, tergantung tingkat kesuburan dan kemakmuran desa.

Kunjungi Channel Youtube admin : Mas Mursid

        Menurut Permendagri 4/2007 telah mengatur rambu-rambu untuk mencegah penyalahgunaan tanah bengkok. Dalam Pasal 15 Permendagri 4/2007 diatur sebagai berikut:
(1) Kekayaan Desa yang berupa tanah Desa tidak diperbolehkan dilakukan pelepasan hak kepemilikan kepada pihak lain, kecuali diperlukan untuk kepentingan umum.
(2) Pelepasan hak kepemilikan tanah desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan setelah mendapat ganti rugi sesuai harga yang menguntungkan desa dengan memperhatikan harga pasar dan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).
(3) Penggantian ganti rugi berupa uang harus digunakan untuk membeli tanah lain yang lebih baik dan berlokasi di Desa setempat.
(4) Pelepasan hak kepemilikan tanah desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa.
(5) Keputusan Kepala Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diterbitkan setelah mendapat persetujuan BPD dan mendapat ijin tertulis dari Bupati/Walikota dan Gubernur.


        Pengertian Tanah Kas Desa secara khusus tidak ditemukan dalam UU No . 5 Tahun 1979, kecuali hanya menentukan Tanah Kas Desa merupakan salah satu sumber pendapatan asli desa yang digunakan untuk penyelenggaraan rumah tangga lainnya.
        Sehubungan dengan tidak dijelaskannya pengertian Tanah Kas Desa dalam UU No. 5 Tahun 1979 timbul pertanyan, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Tanah Kas Desa ?
    Menurut Sekretariat Bina Desa, Tanah Kas Desa adalah tanah milik desa yang penguasaannya diserahkan kepada pennerintah desa, sesuai dengan Pasal 21 UU No. 5 Tahun 19798[12]. Adapun pengertian Tanah Kas Desa menurut Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jambi No. 79 Tahun 1987 sebagai berikut “Tanah Kas Desa adalah Tanah Milik Desa yang merupakan kekayaan desa dan diperuntukkan bagi sumber pendapatan dan pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan desa”.
        Pengertian di atas hampir sama dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri No. 26 Tahun 1992 tentang Perubahan Status Tanah Bengkok dan sejenisnya menjadi Tanah Kas Desa sebagai berikut “Tanah Kas Desa adalah Tanah Milik Desa yang hasilnya menjadi sumber pendapatan desa”.




Pengajian KH Mashudi Kediri di Panger Rejomulyo Panekan Tahun 2015
PART 1



PART 2